|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 17 May 2012 02:22 |
|
Makalah Pertama
- Dua Perkara tidak ada yang lebih utama dari keduanya yaitu : Iman kepada Allah dan memberi manfaat kepada orang islam (baik dengan ucapan, kuasa, harta, atau dengan tenaga)
- Barang siapa bangun pagi dan tidak bermaksud menzalimi seseorang, maka ia diampuni dosanya. Dan barangsiapa bangun pagi dan bermaksud menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan orang islam, maka is mendapatkan phala seperti pahala haji mabrur.
- Manusia yang dicintai Allah Ta'ala adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain, Dan seutama-utama amal ialah menyenangkan hati orang yang beriman dengan cara menghilangkan kelaparan, kesusahan, atau melunasi hutangnya.
- Dua perkara yang lebih kotor dan keji daripada keduanya adalah menyekutukan Allah dan mendatangkan kemudharatan bagi kaum muslimin.
Makalah Kedua
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 24 February 2012 08:11 |
|
Rasullah SAW bersabda kepada menantunya, ALi ra. "Wahai 'Ali, setiap sesuatu pasti ada penyakitnya.
|
|
Last Updated on Friday, 02 March 2012 09:08 |
|
Read more...
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 12 August 2008 00:25 |
HAWA NAFSU
"Beruntunglah orang-orang yang membersihkan hatinya dan rugilah orang yang mengotorinya" (asy-Syams:9-10)
"sesungguhnya nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan" (Yusuf:53)
|
|
Last Updated on Wednesday, 29 February 2012 07:32 |
|
Read more...
|
|
|
Tuntunan Islam Tentang Kelahiran Anak |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 24 February 2012 08:11 |
Pendahuluan
Anak adalah salah satu perhiasan hidup manusia (QS. 18: 46). Kecintaan orang tua kepada anak dengan memelihara, mengasihi, menyayangi dan memperhatikan kepentingan anak adalah fitrah insani yang dikaruniakan Allah SWT. Kecintaan kepada anak akan dapat menyenangkan hati rang tua sebagaimana do'a :
"Ya Tuhan kami, anugrahkan lah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa" (QS.25.74)
|
|
Last Updated on Friday, 24 February 2012 09:54 |
|
Read more...
|
|
Haramkah Nikah Mut'ah yang Diagungkan Syi'ah? |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 18 February 2012 00:00 |
|
Nikah mut'ah sepertinya tidak bisa dipisahkan dari sekte Syi'ah Itsna 'Asyariyah yang pada tanggal 2-4 Maret 2010 kemarin mengadakan Silatnas Ahlul Bait Indonesia ke-5 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Sekte Syi'ah sangat mengagungkan nikah mut'ah ini dengan keyakinan mendapat pahala yang besar.
Disebutkan dalam Minhajul Qashidin (kitab Syi'ah), karya Fathullah al Kasyani (hal 356), dari imam al Shadiq, "bahwa mut'ah adalah bagian dari agamaku dan agama nenek moyangku. Barangsiapa yang mengamalkannya berarti ia mengamalkan agama kami, dan yang mengingkarinya berarti mengingkati agama kami, bahkan dia bisa dianggap beragama dengan selain agama kami. Anak yang dilahirkan dari perkawinan mut'ah lebih utama daripada anak yang dilahirkan melalui nikah yang tetap. Dan orang yang mengingkari nikah Mut'ah ia kafir dan murtad."
|
|
Last Updated on Saturday, 18 February 2012 17:28 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |